• Irvan Irawan Jie

Stupid Workers? Who To Blame?


Kenapa saya menulis cerita diatas? Cerita diatas hanyalah sebuah analogi. Kadangkala kita melihat pegawai kita bodohnyaaaa… bukan main, pekerjaan yang seharusnya gampang tapi tidak bisa dia kerjakan dengan baik seperti yang kita ingini. Tapi apabila kita bayangkan bahwa pegawai kita itu adalah anak balita yang tidak mengerti bahwa memukul adalah salah, bisa kita simpulkan bahwa perbuatan bodoh yang pegawai kita itu lakukan sebenarnya adalah salah kita sendiri. Salah kita sendiri? (mungkin begini pikir anda)

YA! Itu salah kita sendiri, kenapa juga kita tidak memberi tahu dengan jelas apa yang kita harapkan dari si pegawai itu. Apakah kita sudah mengajari pegawai kita itu dengan benar? Apakah kita sudah memberikan tools-tools yang dia butuhkan untuk mengerjakan pekerjaan yang kita minta? Kenapa malah kita marah-marah lalu menganggap pegawai itu adalah orang yang bodoh, padahal yang kurang bijaksana adalah kita sendiri yang mungkin me-neglect-kannya.

Kalau memang kita sudah mengupayakan segala daya pikiran, emosi, jiwa dan raga untuk mengajari pegawai kita dengan sebaik-baiknya tapi pegawai itu tidak bisa juga bagaimana? Ya itu salah kita juga, kenapa pula kita masih mau mempekerjakan dia? Daripada stress sendiri ya lebih baik memberikan kebebasan bagi pegawai kita untuk bekerja di tempat lain yang mungkin bisa membuat dia menjadi seseorang yang lebih baik bukan? Dengan begitu kita pun bebas untuk mencari orang lain yang bisa mengerjakan hal-hal yang kita inginkan dengan baik. WIN-WIN solution 🙂

0 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua