• Irvan Irawan Jie

Mastering - Trash


Setelah dua belas tahun istri saya menjadi seorang pemegang franchise salah satu tempat les belajar, tahun ini dia memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga saja. Mengurus anak-anak yang beranjang dewasa dijadikan prioritasnya saat ini. Anak saya yang besar sudah masuk ke jenjang pendidikan menengah, sedangkan yang kecil sudah mulai serius di sekolah dasarnya.


Dalam dua belas tahun ini, istri saya menyewa sebuah tempat di sebuah apartemen sebagai kelas nya. Tempat yang sama dimana dua belas tahun lalu kami merayakan pembukaan tempat lesnya. Kemarin, begitu ada kesempatan keluar rumah, kami pergi kesana untuk membereskan kelas karena bulan depan sewanya sudah habis. Karena masih tidak bijaksana untuk meminta bantuan orang lain membereskan, akhirnya kami berdua yang membereskan tempat itu.


Ketika membereskan, kami baru sadar bahwa begitu banyak sampah yang perlu dibuang dari tempat itu. Secara total dalam empat jam kami mengumpulkan delapan karung sampah. Mulai dari kertas-kertas yang tidak lagi digunakan, barang-barang yang sudah tidak lagi terpakai, alat makan plastik, peralatan yang sudah rusak, bahkan sampai pen-pen yang sudah tidak bisa dipakai. Sampah-sampah yang selama ini berada di kelas tersebut.


Sampah yang ada terkadang membuat ruangan menjadi sempit, tidak sedap dipandang karena kotor, dan bisa saja menimbulkan penyakit. Sama seperti sampah di rumah, mungkin saja ada sampah-sampah yang sudah lama ada tapi tidak pernah dibersihkan dan dibuang. Terlebih lagi bagaimana sampah-sampah yang ada di dalam diri kita? Pemikiran dan keyakinan yang sudah tidak lagi berguna bagi kita.


Sudahkah menyadari dan membuang sampah-sampah di dalam diri kita untuk mencapai kebahagiaan yang kita inginkan?


To your highest and masterful self,

Irvan Irawan Jie

www.irvanjie.com

Neuro-Semantics Trainer

Associate Certified Meta-Coach

12 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua