• Irvan Irawan Jie

Mastering - Togetherness


Seorang ibu duduk termenung di pinggir jalan, dua karung yang sepertinya berisi botol-botol kosong berada di samping kirinya. Di samping kanannya duduk seorang perempuan kecil berumur tidak lebih besar daripada anak perempuan saya yang kedua. Mungkin umurnya baru empat tahun. Keduanya duduk di depan sekolah dasar yang kosong, mereka menatap ke seberang dimana orang-orang sedang membeli sesuatu di tempat jajan yang ada di depan sekolah tersebut. Di saat ibunya termenung, anaknya sibuk memakan sesuatu. Keduanya duduk diam ketika saya berada kurang lebih dua puluh meter dari tempat mereka duduk.


Ketika saya mendekat, dari mobil saya melihat bahwa sang ibu akhirnya menoleh kepada anaknya yang sedang makan dan tersenyum. Sang anak pun melihat ibunya tersenyum, merespon dengan respons yang akan dilakukan setiap anak ketika dia pertama kali melihat ibunya tersenyum, dia tersenyum balik kepadanya dengan manis. Seketika itu juga saya melihat dua insan yang sedang bahagia walaupun dalam pikiran saya keadaannya tidak berubah. Pemandangan yang begitu membuat hati saya terenyuh dan takjub.


Mereka berdua tetapi duduk di pinggir jalan depan sekolah, ibunya tetap dalam asumsi saya bekerja sehari-hari sebagai pemulung, dan belum tentu mereka memiliki cukup uang untuk membeli makanan yang pantas seperti yang biasa saya makan setiap harinya. Tetapi kebahagiaan mereka itu nyata. Senyum kedua insan yang saling menyayangi itu dalam sekejap menghilangkan ketermenungan sang ibu. Cinta dan kebersamaan ada di sana, cinta dan kebersamaan yang nyata.


Keadaan apa pun yang sedang dialami oleh mereka, mungkin tidak pernah kita alami. Bagi yang membaca tulisan ini, setidaknya kita punya gawai dan kuota Internet. Tetapi belum tentu kita memiliki kebahagiaan seperti mereka di tengah-tengah hal yang sedang kita alami saat ini. Senyum mereka mengingatkan saya akan betapa mudahnya berbahagia bersama dengan orang-orang yang kita sayangi. Bersama-sama menjalani hidup dengan cinta akan memudahkan hidup itu sendiri.


Sudahkah mencintai orang-orang di sekitar kita dengan senyuman? Mereka yang tersenyum balik kepada kita dengan penuh cinta akan menjadikan hidup ini lebih penuh dengan kebahagiaan. Biarlah kebahagiaan itu menjadi kekuatan bagi kita untuk menghadapi apa pun yang sedang terjadi saat ini.


To your highest and masterful self,

Irvan Irawan Jie

www.irvanjie.com

Neuro-Semantics Trainer

Associate Certified Meta-Coach

6 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua