• Irvan Irawan Jie

Mastering - Things Unknown


Di siang yang panas, tiba-tiba ada kiriman mangga dan nanas madu. Ketika ada yang memberikan nanas dan mangga kepada saya, hal pertama yang muncul dalam pikiran saya adalah rujak. Betapa nikmatnya makan rujak dengan buah yang dingin. Masalahnya hanya satu, saya tidak tahu caranya membuat bumbu rujak.


Tetapi karena ego saya sebagai seorang yang jago masak di rumah, saya tidak mau mengakuinya. Saya cenderung merasa bahwa saya sudah tahu, walaupun saya belum tahu. Sehingga ketika istri saya mengatakan bahwa dia sedang malas untuk membuat bumbu rujak, saya langsung mengatakan kepadanya bahwa saya akan membuatnya sendiri.


Mulailah saya mencari-cari bahan-bahan yang bisa dijadikan bumbu rujak. Kacang tanah, dipanggang, check. Asam jawa direndam dan diambil airnya, check. Cabai rawit dan bawang putih diulek, check. Gula merah dihancurkan, check. Sepertinya semua bumbunya sudah ada dan siap untuk dibuat. Mulailah saya mengulek kacang tanah beserta semua bumbu-bumbu lainnya.


Hasilnya, bukannya saya membuat bumbu rujak, tetapi rasa dari bumbu yang saya ulek dengan penuh tenaga lebih dari setengah jam terasa seperti bumbu siomay. Kacangnya kebanyakan, gula merah dan asam jawa nya tidak terasa, bawang putihnya kebanyakan. Akhirnya karena ego saya, saya memakan rujak dengan bumbu siomay. Baru keesokan harinya saya mengakui kebodohan saya dan istri membuatkan bumbu rujak yang sebenarnya.


Sebagai manusia, kita tidak mengetahui apa yang tidak kita ketahui. Saya cenderung merasa sudah tahu walaupun saya tidak tahu, dan sayangnya ini bukan hanya terjadi dalam bumbu rujak saja.


To your highest and masterful self,

Irvan Irawan Jie

www.irvanjie.com

Neuro-Semantics Trainer

Associate Certified Meta-Coach

5 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua