• Irvan Irawan Jie

Mastering - Sweet Memories


Kemarin adalah hari dimana setahun lalu nenek saya meninggal. Kami sekeluarga berkumpul di rumah nenek untuk mendoakannya. Setahun yang lalu ketika nenek meninggal saya terlambat lima menit. Hari itu nenek memang sudah koma, tetapi saya masih ada sisa satu hari pelatihan. Sebuah tanggung jawab yang saya anggap penting. Sehingga saya memutuskan untuk menyelesaikan pelatihan hari itu.


Setelah selesai dari pelatihan itu, saya langsung menuju ke rumah sakit, menurut Google Map dibutuhkan waktu lima puluh menit untuk sampai ke rumah sakit tersebut. Sepanjang perjalanan saya tidak punya firasat apa-apa, sampai saya masuk ke parkiran. Saya mendapat pesan whatsapp bahwa nenek sedang kritis. Sesegera mungkin saya mencari tempat parkir. Dan tepat ketika saya mematikan mesin mobil saya, saya mendapat pesan kembali bahwa nenek sudah meninggal. Saya terlambat lima menit.


Walaupun saya tidak ada di hari terakhirnya, tetapi saya sudah berada di sana setiap hari ketika nenek masuk ke Rumah Sakit. Bukan hanya itu saja, saya kerap kali datang ke rumah nenek untuk makan malam bersama setiap Sabtu, dari saya masih SMA. Bahkan ketika saya kuliah ke luar negeri, terkadang hari Sabtu saya masih menelepon rumah nenek. Setiap kali saya pulang liburan, saya juga sering main ke rumah nenek. Dan akhirnya ketika saya menetap di Jakarta, saya kembali meneruskan kebiasaan untuk berkumpul di sana setiap Sabtu.


Memori adalah sesuatu yang menakjubkan. Walau orangnya sudah tidak bersama dengan saya secara fisik, memorinya akan terus hidup. Memori akan membantu kita untuk kembali ke masa lalu. Memori indah akan membawa keindahan masa lalu ke masa sekarang, begitu juga sebaliknya. Memori yang tidak baik akan membawa perasaan tidak baik dari masa lalu ke masa sekarang.


Sebaik atau seburuk apapun memorinya, kita bisa merasakannya kembali apabila kita memikirkannya dan menghidupinya kembali dalam pikiran kita. Sudahkah kita menjaga pikiran kita agar membawa memori-memori yang memberdayakan dan bukan yang menjatuhkan kita?


To your highest and masterful self,

Irvan Irawan Jie

www.irvanjie.com

Neuro-Semantics Trainer

Associate Certified Meta-Coach

1 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua