• Irvan Irawan Jie

Mastering - Subject


Beberapa hari ini saya memperhatikan orang-orang berlatih untuk melakukan sebuah percakapan yang tidak biasa. Percakapan yang tujuannya adalah memfasilitasi seseorang mencapai tujuannya atau berubah untuk menjadi lebih baik. Percakapan-percakapan yang saya perhatikan adalah percakapan yang memang penting bagi kedua orang yang sedang bercakap-cakap.


Saya juga menemukan bahwa ternyata di dalam percakapan kedua orang itu tidak ada subyek yang sedang dibicarakan. Keduanya seolah-olah mengerti dan tahu subyek atau topik dari perbincangan mereka. Hal ini juga membuat saya bertanya-tanya tentang cara saya berbicara, terkadang saya juga berbicara ngalor-ngidul di dalam percakapan yang penting. Saya juga berbicara tanpa mengkonfirmasi subyek yang dibicarakan dengan teman bicara saya.


Padahal subyek yang disepakati akan dapat membantu saya dan teman bicara saya memfokuskan apa yang akan dibicarakan pada saat itu. Apabila pembicaraannya adalah sebuah perbincangan santai tanpa tujuan, tentu tidak perlu melakukannya. Perbincangan dimana ada tujuan tertentu yang saya atau teman bicara saya inginkan, maka alangkah baiknya apabila saya mengkonfirmasi subyek yang akan dibicarakan.


Subyek menjadi tema utama pembicaraan yang memfokuskan pemikiran, niat, perhatian dan bahkan kata-kata yang digunakan. Subyek akan menjadi batasan-batasan perbincangan yang memampukan salah satu pihak untuk mengetahui apabila seseorang sudah keluar dari jalur dan melenceng ke arah yang lain. Subyek juga akan membantu seseorang untuk mendetailkan dengan lebih fokus apa yang dibicarakan. Sepertinya bukan hanya dalam perbincangan, tetapi juga di dalam hidup kita sendiri.


Apa subyek yang sedang kita jalani hari ini? Apakah subyek yang penting dan perlu dibicarakan dengan seseorang hari ini?


To your highest and masterful self,

Irvan Irawan Jie

www.irvanjie.com

Neuro-Semantics Trainer

Associate Certified Meta-Coach


3 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua