• Irvan Irawan Jie

Mastering - Soft Inside


Pagi ini istri saya memasak ayam katsu untuk sarapan anak yang besar. Ayam katsu buatan istri saya menurut saya jauh lebih enak daripada ayam katsu yang dibeli di gerai makanan cepat saji manapun. Ayam katsu istri saya garing dan renyah di luar tetapi masih juicy dan lembut di dalam, walaupun menggunakan dada ayam. Saya tidak tahu keajaiban apa yang dia miliki dalam menggoreng ayam katsu tersebut.


Ayam katsu ketika digoreng dalam minyak panas akan cepat mengering dan mengeras lapisan luarnya. Karena sifat minyak panas mengeringkan lapisan luar dengan cepat, maka sari ayam di dalam daging tidak bisa keluar dari lapisan tepung yang kerasnya. Ketika lapisan luarnya mulai mengeras dan solid, maka di dalam lapisan keras itu sari ayam akan memasak daging di dalamnya. Dalam temperatur yang tinggi, sari ayam di dalam lapisan keras itu menjadi sarana pematangan ayam di dalamnya.


Menurut ilmu pengetahuan itu yang menjadi kunci untuk mendapatkan ayam katsu yang enak. Ayam katsu mentah hanya dimasukkan ke minyak, ketika minyaknya sudah cukup panas. Dengan tujuan semakin cepat lapisan luarnya menjadi keras dan solid, maka semakin juicy ayam di dalamnya. Kecuali apabila ayamnya dimasak terlalu lama. Karena terlalu lama lapisan tepung luarnya menjadi gosong, terlalu kering, retak dan akhirnya air di dalam lapisannya keluar dan minyak panas masuk lalu mengeringkan dalamnya.


Dalam hidup, kita terkadang berada dalam halangan atau rintangan seperti minyak panas. Kita perlu mengeraskan "kulit" luar kita untuk memampukan kita keluar dari rintangan tersebut. Tetapi bukan berarti dalam diri kita perlu juga ikut mengeras. Justru karena kulit luar yang mengeras, kita bisa menjadi semakin juicy, berisi dan lembut di dalam. Kuncinya adalah segera cari kemampuan untuk bisa melewati rintangan tersebut, sebelum lapisan keras kita bocor dan kita menjadi kering di dalam.


Seperti ayam katsu, apabila kita tidak memiliki kemampuan untuk bisa keluar dari panci panas, maka dia memerlukan bantuan istri saya untuk mengangkatnya. Apabila kita tidak bisa keluar dari rintangan yang sedang dialami, sebelum kita retak dan mengering di dalam, tidak ada salahnya untuk meminta pertolongan orang yang kita percaya. Orang yang memang memiliki kebaikan hati untuk menjadikan kita lebih baik di dalam.


To your highest and masterful self,

Irvan Irawan Jie

Neuro-Semantics Trainer

Associate Certified Meta-Coach

0 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua