• Irvan Irawan Jie

Mastering - Shiny-Shiny


"Besok, dede mau buka yang ini pertama, ini yang kedua, ini yang ketiga trus ini yang keempat." Sambil bersorak anak saya yang kecil berencana untuk membuka hadiah-hadiah ulang tahun yang sudah diterimanya. Hadiah-hadiah yang sudah selama lebih dari dua minggu dia pandangi setiap harinya. Hadiah-hadiah yang menemaninya saat makan siang dan bahkan setiap saat istirahat sekolah daring.


Hadiah-hadiah ini adalah mainan-mainan baru yang memang dimintanya secara spesifik kepada saya dan istri, kakak, dan kedua kakek-neneknya. Walaupun anak saya yang kecil sudah mengetahui apa yang akan diterimanya, hal ini tidaklah menyurutkan antusiasmenya untuk ingin segera memainkannya. Dengan antusiasmenya juga selama dua minggu dia terpana dengan adanya hadiah-hadiah tersebut. Anak saya tidak dapat berhenti membicarakannya, siang dan malam dia selalu bercerita tentang mainan-mainan barunya.


Hadiah-hadiah tersebut menjadi sesuatu yang baru baginya. Sesuatu yang menarik dan menyenangkan. Walaupun belum resmi menjadi miliknya sampai dia berulang tahun hari ini, dia sudah merasa bahwa dia memilikinya. Godaan untuk membuka hadiah-hadiah tersebut sebelum waktunya sangat besar. Sama halnya dengan kita orang dewasa yang kadang tergoda untuk memiliki sesuatu yang baru seperti gawai baru, mainan baru, pasangan baru atau bahkan informasi baru. Kita bisa merindukan atau bahkan sampai terobsesi karenanya dan melupakan apa yang dimiliki saat ini.


Segala sesuatu yang belum kita miliki terkadang membawa diri kita untuk terpana dan menginginkannya. Biasanya antusiasme dan keinginan ini akan pudar dengan cepat seiring dengan waktu ketika kita sudah memiliki hal barunya. Ketika sudah memiliki hal baru, maka yang kita cari adalah antusiasme terhadap hal yang lebih baru lagi. Hidup seperti ini adalah hidup yang berusaha mencari kebahagiaan dari sesuatu yang adanya di luar dari diri kita. Bahkan ketertarikan atas sesuatu yang baru bisa mengacaukan fokus kita terhadap apa yang sebenarnya kita perlu lakukan.


Hal-hal yang di luar hanya akan menyenangkan diri kita sesaat, tetapi kebahagiaan yang sebenarnya adanya di dalam diri kita. Di manakah kita menempatkan kebahagiaan dan antusiasme kita saat ini?


To your highest and masterful self,

Irvan Irawan Jie

www.irvanjie.com

Neuro-Semantics Trainer

Associate Certified Meta-Coach

7 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua