• Irvan Irawan Jie

Mastering - Roads


Naik turun dan bergelombang tidak mulus jalan yang saya lalui. Sebagai pengemudi, saya perlu konsentrasi ekstra ketika melewati jalan yang seperti ini. Apalagi jalan ini sedang dilalui dalam kecepatan yang cukup tinggi, bukan sendirian tetapi juga bersama keluarga. Ada ratusan atau bahkan ribuan mobil yang juga berada di jalan yang sama juga dengan kecepatan yang berbeda-beda. Ada yang lebih pelan, dan ada juga yang jauh lebih kencang daripada kendaraan saya.


Dalam perjalanan dari Jakarta ke Bandung dan arah sebaliknya, untuk pertama kalinya saya menggunakan jalan layang tol Jakarta-Cikampek. Walaupun jalan layangnya masih baru, tetapi saya merasa jalannya tidak mulus dan bergelombang. Terutama di antara sambungan ruas jalan tol yang satu dengan lainnya. Bahkan ada bagian jalan yang pembatasnya sedang diperbaiki dan ruasnya menyempit. Tetapi saya tahu ini jalan yang saya pilih untuk pulang ke rumah.


Walaupun jalannya seperti itu, beruntung sekali kemarin kami tidak mengalami kemacetan lalu lintas yang berarti. Jalannya cukup lancar, namun saya juga tahu bahwa jalan itu tidak selalu lancar. Apabila terjadi kemacetan di atas jalan layang itu maka kemacetannya akan lebih parah daripada jalan yang di bawahnya. Tidak ada jalan lain untuk keluar dari jalan layang itu, hanya ada satu jalan masuk dan satu jalan keluar. Sehingga apabila macet, maka yang bisa dilakukan hanyalah menerima keadaan.


Perjalanan kemarin mengingatkan saya bahwa, hidup kita di dunia ini tidak akan selalu mulus jalannya. Ada saatnya dimana jalan yang dilalui sedang bergelombang, tidak mulus, penuh dengan lubang, dan bahkan kemacetan. Ada juga saat dimana jalanan yang sedang saya lalui masih belum ada dan sedang dibangun di saat yang bersamaan dimana saya melewatinya. Yang dapat membantu saya untuk tetap berjalan maju adalah adanya tujuan yang jelas, intensi yang kuat dan keputusan untuk bisa mencapai tujan yang saya inginkan.


Setiap dari kita memiliki perjalanan hidup masing-masing, setiap orang berada dalam kendaraannya sendiri-sendiri. Perjalanan hidup kita juga bisa saja ada gelombang, jalan rusak, kemacetan, bahkan perlu membuat jalan yang belum pernah dilalui sebelumnya. Untuk tetap berjalan, maka sudahkah menentukan tujuan yang jelas, intensi yang kuat dan keputusan untuk tetap bertahan?


To your highest and masterful self,

Irvan Irawan Jie

www.irvanjie.com

Neuro-Semantics Trainer

Associate Certified Meta-Coach

6 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua