• Irvan Irawan Jie

Mastering - Results


Libur panjang telah tiba. Ada rasa ingin pergi berlibur, sayangnya rasa tersebut dikalahkan oleh rasa takut tertular penyakit. Alhasil, saya sekeluarga liburan di rumah. Istri memiliki pengalaman di masa kecil dimana dia begitu senang ketika berenang di kolam karet yang pernah dimilikinya. Kami juga memiliki sebuah kolam karet biru yang cukup besar dan sudah lama tidak digunakan. Tidak digunakan karena saya malas memompanya.


Kali ini berbeda, istri saya diberikan oleh ayahnya sebuah pompa listrik kecil yang bisa memompa kolam renang karet tersebut hanya dengan sebuah kabel listrik yang dipasang ke mobil. Jadilah istri mengeluarkan kolam karet tersebut dan selama beberapa jam dia berusaha untuk memompanya. Ternyata pompa listriknya bermasalah sehingga tekanan udaranya tidaklah besar. Yang terjadi hanyalah kami menganggu tetangga dengan suaranya yang keras, tetapi hasilnya tidak seberapa.


Setelah sore dia mencoba akhirnya tidak berhasil memompa kolam karet tersebut. Sehingga dia mengatakan kepada anak-anak untuk bermain di kolamnya besok pagi saja dan meninggalkan kolam setengah terpompa itu di ruang tamu. Pagi ini saya bangun dan menemukan apa yang dipompa oleh istri saya sudah kempes sebagian, ternyata kolam karetnya memiliki kebocoran halus pada bagian yang belum saya temukan. Karena kebocoran itu pula, istri saya mencoba untuk memompanya lagi dengan pompa listriknya.


Setelah beberapa lama, saya akhirnya memutuskan untuk membantu memompanya dengan tangan. Kami tidak memiliki pompa besar yang bisa masuk ke lubang udara kolam karet itu. Kami hanya memiliki pompa kecil yang biasa untuk balon. Ternyata memompa dengan pompa balon itu lebih efektif dan lebih cepat daripada pompa listrik. Tentu dengan tenaga yang tidak kecil, sampai mengetik ini tangan saya masih pegal-pegal memegangi dan memompa dengan pompa balon tersebut.


Hasilnya setelah satu jam kolam karet itu sudah jadi dan anak-anak dapat menikmatinya dengan bahagia. Mereka mungkin tidak menyadari ayahnya susah payah dan dengan lelah memompa kolam tersebut. Mereka hanya tahu keseruan dan kesenangannya. Sama halnya dengan orang-orang di sekitar kita, mereka hanya melihat kita bersenang-senang tanpa melihat perjuangan kita untuk mencapai kesenangan yang kita rasakan. Biarlah perjuangan itu menjadi bagian manis dalam kita karena mengetahui kesenangan yang dirasakan saat ini, sungguh-sungguh hasil dari diri kita sendiri.


Ini kejadian pagi kemarin, pagi ini anak saya sudah meminta untuk berenang kembali di kolam karet itu, tetapi setengah bagiannya sudah kempes lagi karena bocor. Saatnya memompa kembali. Kesenangan yang dirasakan didahului oleh perjuangan yang sepadan.


To your highest and masterful self,

Irvan Irawan Jie

www.irvanjie.com

Neuro-Semantics Trainer

Associate Certified Meta-Coach

4 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua