• Irvan Irawan Jie

Mastering - Reservoir


Tawa anak-anak bergelegar dari lantai dua rumah kami sore kemarin. Anak-anak sedang senang-senangnya bermain di kolam renang balon yang baru. Kolam balon yang lama kami sudah di pensiunkan dan diganti dengan yang jauh lebih besar. Kolam balon yang baru berukuran 2.6m x 1.7m x 0.5m. Karena besar maka volume air yang dipakai juga banyak. Total air yang di pakai untuk mengisi tiga perempat kolam tersebut adalah 1362 liter. Air ini digunakan hanya untuk sekitar dua sampai tiga hari.


Waktu yang digunakan untuk mengisi kolam tersebut pun tidak sebentar, kurang lebih selama dua setengah jam. Tetapi semua itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kesenangan anak-anak. Anak-anak sangat senang bermain di kolam baru tersebut, sampai-sampai mereka mengundang sepupu mereka untuk ikut berenang di dalamnya. Isi dari kolam renang balon tersebut juga ada bola-bola plastik sebanyak seratus buah. Gabungan dari air, bola-bola plastik, apa yang dilakukan dan siapa yang ada di dalamnya yang membuat anak-anak bahagia berada di dalamnya.


Sayangnya kemarin malam rumah kami dilanda hujan deras. Karena kolam balon tersebut ada di balkon lantai dua rumah kami, maka kolam tersebut juga ikut kehujanan. Paginya kami cek ternyata kolam renang balon tersebut sudah dipenuhi air hujan, ada beberapa daun dari pohon kami dan juga di dasarnya banyak kotoran dan debu. Kotoran dan debu itu bisa jadi berasal dari atap rumah yang ikut terbawa oleh air hujan, atau bisa jadi karena air hujan itu sendiri. Sehingga akhirnya hari ini kami perlu untuk menguras kolam renang balon tersebut, membersihkannya dan mengulang proses untuk mempersiapkannya agar bisa dipakai kembali sore nanti oleh anak-anak.


Setiap dari kita memiliki kapasitas untuk menampung sesuatu di dalam jiwa kita. Hal-hal yang terjadi di dalam keseharian dan seumur hidup kita akan ditampung di dalamnya. Sayangnya kita tidak dapat menentukan apakah kita hanya akan mengisinya dengan air yang bersih saja atau sesuatu yang kotor semuanya terjadi begitu saja. Tetapi memilih untuk membersihkan kolam jiwa kita sepenuhnya adalah pilihan. Kotoran bisa masuk, tetapi kalau tidak dikeluarkan maka dia akan terus berada di sana.


Ketika bersih maka bukan hanya kita yang berada di dalamnya akan bahagia, tetapi juga orang-orang yang di sekitar kita. Sudahkah mengecek kolam jiwa kita? Apakah masih bersih atau mulai diisi dengan kotoran-kotoran yang tidak berguna. Apa yang perlu dilakukan untuk membersihkan kolam jiwa kita agar kita dapat menjadi sumber kebahagiaan?


To your highest and masterful self,

Irvan Irawan Jie

www.irvanjie.com

Neuro-Semantics Trainer

Associate Certified Meta-Coach

4 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua