• Irvan Irawan Jie

Mastering - Relentless


Rasa lapar mengendalikan mereka. Apa pun yang mereka lakukan, tujuannya adalah untuk bertahan hidup. Tidak peduli apa yang perlu mereka lakukan dan kapan mereka melakukan, mereka akan lakukan. Berjalan jauh untuk makanan tidaklah membuat mereka lelah, mereka akan bahu membahu bersama-sama saling mendukung dan saling menjaga. Mereka berhadapan dengan dunia yang kejam dan penuh ancaman. Tetap keluar mencari makan baik pagi, siang, sore ataupun malam hari menjadi pilihan mereka.


Mereka kadang datang sendirian ataupun sekelompok, setelah mereka menemukan makanan, mereka akan memberi tahu yang lainnya. Seketika juga bukan hanya sekelompok yang datang tapi segerombolan, setiap anggota kelompoknya akan dengan segera membantu mengambil makanan yang sudah ditemukan. Kerja sama dan kegigihan mereka patut diacungi jempol. Kemampuan mereka untuk berkoordinasi juga sesuatu yang mengagumkan. Mereka akan melakukan apa saja dan menghadapi apa saja untuk mendapatkan makanan yang mereka butuhkan.


Karena merekalah istri saya kemarin malam sebentar-sebentar berguling sana-berguling sini. Satu ditekan, tidak lama akan datang satu lagi. Jejak rekan sebelumnya diikuti lagi oleh yang lainnya. Ketika pagi tiba, ditemukan beberapa korban di ranjang kami, mayat-mayat bergelimpangan karena entah tertindih oleh tubuh kami atau oleh pembunuhan berencana yang memang dilakukan dengan sengaja oleh saya ataupun istri saya. Entah dari mana mereka datang, semut-semut merah ini sepertinya sedang mencari makanan di ranjang kami. Mudah-mudahan saja bukan kami makanannya, gigitan-gigitan mereka adalah tanda yang mengkhawatirkan.


Semut adalah salah satu binatang yang pantang menyerah, mereka akan terus bekerja bersama untuk memenuhi panggilan hidup mereka. Panggilan untuk membantu ratunya mencari makan dan memenuhi kebutuhan generasi-generasi berikutnya. Tidak peduli mereka mencari dimana, tanpa malu mereka akan terus berusaha. Sesuatu yang kadang kita manusia saja perlu berpikir beberapa kali untuk menjadi otentik seperti itu. Ketika sudah mengetahui apa yang perlu kita kerjakan saja, kadang masih ada dalih-dalih yang menghalangi kita.


Sudahkah kita sadari dan kerjakan dengan pantang menyerah apa yang perlu kita kerjakan untuk dapat mencapai tujuan jelas untuk mencapai kebahagiaan kita? Jangan sampai kita kalah oleh semut merah yang kecil.


To your highest and masterful self,

Irvan Irawan Jie

www.irvanjie.com

Neuro-Semantics Trainer

Associate Certified Meta-Coach

4 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua