• Irvan Irawan Jie

Mastering - Manual


"Kenapa pemanas air ini gak nyala-nyala ya?" Pertanyaan kepada diri saya kemarin pagi ketika sedang ingin membuatkan kopi untuk peserta pelatihan. Selama beberapa hari ini membuatkan kopi dengan alat yang canggih dan mahal adalah hal yang mudah. Dengan sebuah tombol, mesin kopi yang canggih akan langsung membuat espreso yang nikmat. Kemarin pagi saya perlu membuat kopi secara manual. Memilih lalu menggiling kopinya secara manual dan bahkan memanaskan airnya juga dengan pemanas air biasa.


Setelah kopi nya digiling dan metode pembuatannya ditentukan, saatnya memanaskan air. Saya mengisi pemanas air listrik tersebut sejumlah air yang dibutuhkan untuk membuat kopinya. Setelah diisi, saya langsung menaruhnya di atas tempat pemanasnya, lampunya menyala. Saya masih merasa percaya diri dalam tahap ini, sudah beberapa kali saya melihat pemilik rumah menggunakan pemanas air ini. Dalam pikir saya, mesin yang canggih saja bisa saya pakai, apalagi hanya pemanas air.


Dalam hidup saya, saya juga sudah sering menggunakan pemanas air di berbagai hotel dalam berbagai tipe. Saya tidak merasa pemanas yang ini berbeda dengan yang lainnya. Tetapi setelah beberapa lama ternyata airnya tidak kunjung menjadi lebih panas. Tidak terdengar suara yang biasa saya dengar dari mesin ini. Saya mencoba untuk menekan beberapa tombol yang ada di pemanasnya, tetapi tidak ada yang terjadi. Temperatur airnya tetap di dua puluh delapan derajat saja.


Sampai akhirnya pemilik rumah menunjukkan kepada saya bahwa untuk menggunakan pemanas air tersebut, saya perlu mengisi airnya lebih dari yang dibutuhkan. Ada ukuran tertentu untuk bisa menyalakan pemanas air tersebut. Saya tidak pernah mengetahui hal itu. Saya tidak pernah membaca buku manual untuk menggunakan alat pemanas air tersebut sehingga saya tidak tahu. Saya hanya mencoba-coba dan meniru apa yang saya lihat. Hanya pemilik alat tersebut yang sudah tahu cara memakainya.


Sama halnya dengan hidup kita, kita tidak punya manual untuk bagaimana caranya hidup. Hidup yang kita jalani sepenuhnya adalah milik diri kita sendiri, sehingga tidak bisa ditanyakan kepada orang lain apa yang perlu kita lakukan dalam hidup kita. Hidup seperti apa yang ingin kita ciptakan untuk mendapatkan kebahagiaan?


To your highest and masterful self,

Irvan Irawan Jie

www.irvanjie.com

Neuro-Semantics Trainer

Associate Certified Meta-Coach

5 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua