• Irvan Irawan Jie

Mastering - Kindness


"Dor... Dor... Dor..." Bunyi petasan sepanjang malam sampai pagi hari, sebuah tradisi yang terjadi setiap Hari Raya Idul Fitri. Tetapi pikiran saya bukanlah kepada bunyi petasan tersebut, pikiran dan hati saya hancur remuk memikirkan orang-orang yang tidur di belahan dunia yang lain. Bunyi "dor" dalam malam dan siang mereka bukanlah dari petasan, melainkan dari roket-roket yang dapat mengakibatkan kehancuran dan kematian. Bunyi "dor" bagi mereka bukanlah kesenangan dan sukacita, melainkan ratapan dan kertak gigi amarah.


Saya tidak bisa mengatakan siapa yang salah dan siapa yang memulai terlebih dahulu. Otak saya tidak cukup pandai untuk mengerti segala sesuatunya, karena saya yakin kedua belah pihak memiliki kebenarannya sendiri-sendiri. Yang saya tidak habis pikir adalah kapasitas manusia untuk berbuat kejahatan. Mengusir keluarga dari rumahnya, memasuki tempat ibadah ketika orang sedang berdoa dan mengusirnya, menghancurkan gedung tanpa memperhatikan keadaan sebelahnya sampai menimbulkan korban jiwa anak-anak!


Kejahatan yang dibalas juga dengan menembakkan lebih dari seribu lima ratus roket ke daerah padat penduduk dalam empat hari. Roket-roket yang diluncurkan tanpa arah, kemana roketnya mendarat tidak ada yang tahu, bisa di tanah kosong, bisa juga di rumah seseorang yang sedang tidur. Kejahatan melahirkan kejahatan, dendam melahirkan kebencian yang akhirnya apabila matang dan berbuah, maka buahnya juga kejahatan. Sampai saat ini keadaan di atas masih terus berlangsung dan belum tahu kapan akan berakhirnya. Ini semua terjadi di masa dimana dunia sedang disibukkan dengan pandemi.


Walau saya tidak mengerti penuh situasi di sana, saya hanya bisa belajar untuk diri saya sendiri. Saya belajar untuk lebih memperhatikan dan mengasihi tetangga saya. Kebencian tidak akan mendatangkan hal-hal yang baik. Dendam tidak akan menyelesaikan segala sesuatu. Kejahatan akan melahirkan kejahatan baru. Kapasitas kita sebagai manusia untuk menghancurkan adalah sesuatu yang tidak bisa diabaikan. Saya berharap dan mendoakan kebaikan bisa turun atas kita semua.


Semoga kebaikan mendatangkan kebaikan. Kebaikan apa yang bisa kita lakukan hari ini?


To your highest and masterful self,

Irvan Irawan Jie

www.irvanjie.com

Neuro-Semantics Trainer

Associate Certified Meta-Coach

3 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua