• Irvan Irawan Jie

Mastering - Intra-personal


Semenjak kuliah saya sudah bekerja baik di kampus maupun di luar kampus. Bahkan ketika lulus saya sudah bekerja di perusahaan. Sejak kembali ke Indonesia pun saya langsung bekerja di perusahaan keluarga sampai akhirnya memiliki perusahaan sendiri. Dalam bekerja saya terkadang merasa hampa, sepertinya apa yang saya kerjakan tidak seperti yang saya kira. Saya mengira bahwa dengan bekerja saya bisa bahagia. Pencapaian demi pencapaian saya usahakan, kejar dan dapatkan.


Ketika mendapatkan apa yang saya inginkan, bahagia hanya datang sesaat saja. Setelah beberapa lama, saya menginginkan hal lainnya. Sama halnya dengan gadget yang saya miliki, saya memiliki keinginan impulsif yang kuat untuk memiliki gadget-gadget terbaru. Peralatan-peralatan yang saya pikir apabila saya gunakan akan menjadikan hidup saya lebih baik. Bahkan sampai sekarang pun keinginan dan dorongan itu juga masih ada dan kadang sangat kuat. Padahal ketika saya memilikinya, saya tidak menggunakan sebagaimana pikiran saya sebelum saya memilikinya.


Belajar berkomunikasi dengan orang lain dengan tujuan untuk menjadi pemimpin, sales, orang tua, teman, atau pasangan yang lebih baik adalah sesuatu yang lumrah dan umum. Tetapi belajar untuk berkomunikasi dengan diri sendiri, masih sesuatu yang menarik hanya untuk sebagian orang. Terutama belajar berkomunikasi dengan diri sendiri untuk lebih mengetahui apa yang sebenarnya saya inginkan. Mengenal diri sendiri dan pola berpikir diri sendiri dalam menghadapi hidup yang sedang dihidupi.


Kesadaran secara intra personal inilah yang akan membantu kita untuk menjadi seorang yang lebih baik. Memahami dengan betul siapa diri sendiri dan apa yang diinginkan. Bukan apa yang saya pikir saya inginkan karena melihat orang lain memilikinya. Menyadari nilai-nilai hidup yang saya anggap penting bagi diri saya sendiri, keyakinan-keyakinan yang didapatkan dari kesimpulan selama hidup selama ini. Mulai mempertanyakan latar belakang dari tindakan-tindakan yang dilakukan dan mencari mana yang berguna dan tidak berguna dalam hidup diri sendiri.


Untuk kebahagiaan yang lebih dalam, berhenti sejenak dan mulai bertanya dan berkenalan dengan diri sendiri. Memahami sepenuhnya diri sendiri dengan usaha yang sama seperti bagaimana kita berusaha memahami orang lain di sekitar kita. Dengan begitu kita bukan hanya melakukan sesuatu dalam tindakan kita sehari-hari tetapi juga menyadari makna mengapa kita melakukannya.


To your highest and masterful self,

Irvan Irawan Jie

www.irvanjie.com

Neuro-Semantics Trainer

Associate Certified Meta-Coach


5 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua