• Irvan Irawan Jie

Mastering - Industriousness


Tangis dan air mata berderai darinya. Suaranya lirih dan pelan, seperti berbisik terdengarnya. Pesan yang diberikannya pun menyentuh hati yang mendengarnya. Tangannya tidak berhenti memeluk dengan erat. Tanda-tanda dari hari ini sudah terlihat dan terdengar secara tersirat selama beberapa hari, tapi malam ini barulah keluar semua perasaan hatinya.


Anak perempuan bungsu kami datang ke kamar kami malam hari tadi, jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Sudah melewati batas jam tidurnya ketika dia masuk ke kamar kami. Kata-kata yang disampaikannya pertama-tama hanya sedikit, "aku mau bobo sama mama." Setelah selama tiga minggu belajar tidur sendiri bersama dengan kakaknya. Kata-kata berikutnya yang menyebabkan kami luluh, "aku kangen bobo sama mama." sambil perilakunya seperti ditulis di atas.


Kata-kata yang sama itu yang diulang-ulang olehnya ketika aku memeluk dirinya dan menggendongnya. Tubuhnya sudah jauh lebih berat sekarang, sehingga aku pun tidak mampu menggendongnya dengan lebih lama. Kubawa dia ke kamar tidurnya, lalu kutanyakan kenapa sekarang? setelah sekian lama bisa berhasil tidur sendiri di kamarnya. Kata-katanya masih sama, "aku kangen bobo sama mama. Udah lama tidur sendiri." Dengan mengambil tisu sendiri, dia menyeka air matanya dan menatapku lirih.


Anak ini tahu cara mengendalikan dan membuat ayahnya luluh. Akhirnya aku mengecupnya, memeluknya dan berjanji akan memanggilkan mamanya untuk menemaninya sebentar. Sekembalinya ke kamar, ku katakan kepada istri untuk menemaninya sebentar, kasihan kataku. Akhirnya malam tadi anakku mendapatkan keinginannya. Ternyata sudah beberapa hari dia menginginkan hal tersebut kata istriku.


Anak-anak memiliki keteguhan dalam mendapatkan apa yang diinginkannya. Mereka tidak takut gagal karena mereka belum memiliki referensi kegagalan seperti orang dewasa. Anak-anak juga dengan tulus dan jujur menyampaikan apa yang diinginkannya. Ketulusan dan kejujuran ditambah dengan kegigihan inilah yang meluluhkan pertahanan hati seseorang dan menyukseskan tujuannya. Kita pernah memilikinya ketika kanak-kanak, saatnya menemukannya kembali dalam kedewasaan.


To your highest and masterful self,

Irvan Irawan Jie

Neuro-Semantics Trainer

Associate Certified Meta-Coach

0 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua