• Irvan Irawan Jie

Mastering - Impostor


Sambil menemani anak yang kecil menonton film Rapunzel, ada binatang kecil yang dia tanyakan. "Binatang apa itu Daddy?" sambil menunjuk binatang hijau yang sejak awal sudah menemani Rapunzel dalam perjalanannya. "Bunglon, sayangku." Jawaban pertama tentu tidak cukup untuk memenuhi rasa ingin tahu seorang anak kecil, pertanyaan berikutnya adalah "Bunglon apa?." Untuk membantu menjelaskannya saya memanggil bantuan om nya yang paling pintar di keluarga kami. Om Google.


Bunglon adalah binatang yang mampu mengubah warna kulitnya untuk menyerupai lingkungan sekitarnya. Dalam film Rapunzel itu, si Bunglon mengubah warnanya untuk bersembunyi dan melindungi dirinya sendiri dari bahaya. Setelah menjelaskannya kepada anak saya, lalu timbul pertanyaan dalam diri saya. Apabila dia terlalu sering mengubah warnanya untuk sama dengan lingkungan sekitarnya, apakah dia tahu" warna aslinya?"


Dalam dunia kepemimpinan ada yang dikenal dengan impostor syndrome, dimana seseorang meragukan kemampuan dan bakatnya ditambah dengan rasa takut yang dalam ketahuan bahwa selama ini mereka membohongi orang lain dengan kemampuannya. Sebuah ketakutan kalau seseorang dianggap sebagai palsu apalagi penipu. Sebuah pencapaian yang tidak diikuti dengan kematangan individu untuk mengetahui siapa dirinya dan kemampuannya akan memperbesar ketakutan jenis ini.


Karena ketakutan ini pula, saya selama ini berdiam diri di zona nyaman dan tidak mengembangkan diri. Ketika mulai keluar dari zona nyaman, yang terjadi adalah kesadaran bahwa saya tidak mampu melakukannya. Walaupun ketidak mampuan itu dikarenakan belum terbiasanya melakukan hal yang perlu dilakukan. Setiap dari kita memiliki sumber daya untuk melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan kita, pertanyaannya adalah apakah saya cukup percaya kepada diri saya di masa depan?


Sehingga untuk bisa keluar dari zona nyaman, yang perlu saya lakukan adalah mempercayakan diri saya bahwa saya bisa dan melatih kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukannya. Sudahkah melatih kemampuan yang diperlukan untuk menjadi bisa, walaupun sadar bahwa saat ini belum bisa?


To your highest and masterful self,

Irvan Irawan Jie

Neuro-Semantics Trainer

Associate Certified Meta-Coach

11 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua