• Irvan Irawan Jie

Mastering - Heat


Bawang putih cincang dan bawang bombai masuk ke dalam panci panas berisi minyak. Dibiarkan sebentar sampai semuanya harum dan bawang bombainya mulai lembut. Setelah itu daging sapi cincang menyusulnya. Setelah dagingnya semua sudah berubah warna, pasta tomat dan jus tomat mengalir ke dalamnya. Terakhir bumbu-bumbu rempah-rempah khas masakan Amerika Latin.


Setelah semua bahan masuk ke dalam panci, tidak langsung begitu saja jadi dan selesai. Sama halnya dengan sup yang enak, sepanci chili itu perlu dibiarkan digodok selama kurang lebih satu jam, setelah itu dibiarkan semalaman supaya semuanya menyatu. Setelah semuanya menyatu, sebelum dimakan saya akan menggodoknya lagi kurang lebih selama setengah jam. Baru setelah itu semua rasanya akan seimbang dan nikmat.


Sup yang enak perlu waktu untuk mengalami panas yang cukup lama. Panas yang pas dan bukan panas yang membuatnya mendidih. Panas mendidih akan merusak supnya. Sedangkan panas konstan yang rendah akan membantunya. Sama halnya dengan kehidupan kita, apabila kita didiamkan dengan keadaan panas yang sangat panas maka kita kemungkinan besar akan lebih cepat burn-out. Kita perlu menemukan panas yang pas dengan kita. Kurang panas pun, hidup kita akan menjadi bosan dan tidak ada rasanya.


Kuncinya adalah menemukan keseimbangan antara keadaan yang menantang kita juga dengan kemampuan yang kita miliki. Semakin besar kemampuan dan kapasitas "panci" hidup kita, maka semakin besar panas yang bisa kita rasakan. Apabila tantangan terlalu besar maka pilihannya ada dua, menghindarinya saat ini atau meningkatkan kemampuan.


Sudahkah menemukan titik panas yang seimbang untuk hidup kita? Apakah saat ini sedang berada di titik yang sangat panas? atau sebaliknya berada dalam keadaan dimana sedang bosan dan membutuhkan tantangan?


To your highest and masterful self,

Irvan Irawan Jie

www.irvanjie.com

Neuro-Semantics Trainer

Associate Certified Meta-Coach

7 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua