• Irvan Irawan Jie

Mastering - Filter


Tidak ada cahaya yang masuk ke dalam ruangan pagi ini. Terbangun di ruangan gelap dan dingin. Berusaha berdiri namun tersandung oleh hal-hal kecil yang tidak terlihat. Dalam kegelapan meraba dinding untuk berjalan mencapai tujuan. Bukan tanaman saja yang membutuhkan cahaya. Tanpa cahaya kegelapan dan kehangatan tidak akan datang. Tanpa cahaya untuk menyinari jalan, maka rintangan kecil dapat menjatuhkan seseorang. Tanpa cahaya maka berjalan pun tidak menentu tanpa arah tujuan.


Kegelapan pagi hilang ketika membuka jendela dan menyibak gorden yang menutupinya. Sesaat setelah jendela dan gorden terbuka maka cahaya sinar matahari akan masuk dengan derasnya. Setelah sekian lama tidak melihat cahaya, mendapatkan intensitas cahaya matahari yang terlalu tinggi sangat menyilaukan mata. Ketika mata tersilaukan oleh cahaya maka tidak ada satu pun yang terlihat kecuali cahaya itu sendiri.


Mata adalah sebuah organ penyaring, mata akan menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam diri seseorang. Mata akan menyaring cahaya yang terlalu banyak dan memasukan cahaya apapun yang ada dalam kegelapan. Mata menjadi filter yang dibutuhkan bagi seseorang untuk mencari jalan dalam kehidupan. Mata pula yang akan menentukan arah tujuan perjalanan. Mata bukan hanya menjadi filter cahaya, mata juga menjadi jalur untuk informasi masuk ke dalam pikiran dan menjadi persepsi. Melalui mata, kita memaknai hidup yang sedang berjalan.


Persepsi yang digunakan menjadi filter dalam pikiran. Cahaya ataupun kegelapan akan diartikan dalam persepsi pikiran. Baik atau buruknya persepsi seseorang akan menentukan bagaimana seorang bersikap, bagaimana seorang mengalami hidupnya. Penuhnya cahaya dan hangat di luar belum tentu menciptakan cahaya dan hangatnya persepsi di dalam hati. Gelap dan dinginnya keadaan di luar juga belum tentu menciptakan gelap dan dinginnya persepsi di dalam diri.


Untuk mendapatkan cahaya dalam ruangan hati adalah bukan dengan membuka jendela fisik, tetapi jendela hati dan membersihkan gorden persepsi. Hati yang baik akan mengalirkan hidup yang baik bagi pemiliknya. Penuh cahaya dan hangat ataupun gelap dan dingin, pilihannya ada di dalam diri sendiri.


To your highest and masterful self,

Irvan Irawan Jie

Neuro-Semantics Trainer

Associate Certified Meta-Coach




0 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua