• Irvan Irawan Jie

Mastering - Ego Investment



Ketika saya memperkenalkan diri, saya cenderung memperkenalkan diri saya sebagai seorang trainer dan coach. Menyadari bahwa saya bukanlah hanya seorang trainer dan coach, saya merasa bahwa titel yang saya gunakan membatasi saya untuk menjadi diri saya yang sebenarnya. Saya sudah terlalu banyak memberikan investasi kepada ego saya sebagai seorang trainer dan coach, padahal saya lebih dari hanya sekedar trainer dan coach.


Investasi di ego adalah sesuatu yang normal terjadi ketika kita menyukai apa yang kita lakukan. Semakin saya menyukai melakukannya, semakin saya menjadi seorang yang lebih ahli dalam melakukannya. Semakin saya ahli melakukannya, semakin saya mengidentifikasi diri saya sebagai pekerjaan saya. Akhirnya investasi yang saya berikan kepada ego saya melebar ke berbagai macam aspek hidup saya.


Saya menjadi cenderung suka mengajari orang lain dan menanyakan segala sesuatu tentang orang lain. Padahal belum tentu orang yang saya ajak bicara ingin belajar dari saya atau bahkan menyukai ketika saya mempertanyakan tentang dirinya. Investasi ego saya menjadi sebuah penghalang bagi saya untuk memiliki hubungan yang lebih baik. Hal ini terjadi bahkan ketika saya sedang tidak bekerja, ketika berkumpul bersama teman atau bahkan ketika bertemu dengan orang baru.


Investasi kepada ego membantu saya untuk menjadi lebih ahli dalam melakukan apa yang perlu kita lakukan. Namun ketika berlebihan, saya jadi mereduksi diri saya hanya sekedar titel saya. Padahal diri saya yang sebenarnya lebih dari sekedar peran-peran saya sebagai seorang trainer dan coach. Apalagi ketika saya mengontaminasi ego saya dengan paksaan-paksaan kepada diri saya. Sebagai trainer saya "harus" punya banyak pengetahuan, sebagai seorang coach saya "harus" memfasilitasi seseorang untuk mencapai tujuannya.


Sudahkah menyadari investasi ego yang berlebihan dalam diri sendiri? Apakah investasi ego kita malah menghilangkan diri kita yang otentik? Apa yang dapat kita lakukan untuk memiliki ego yang sehat dan seimbang?


To your highest and masterful self,

Irvan Irawan Jie

www.irvanjie.com

Neuro-Semantics Trainer

Associate Certified Meta-Coach

1 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua