• Irvan Irawan Jie

Mastering - Dormant


Dia diam saja di pinggir meja. Ketika saya membuka jendela pagi ini, dia begitu berkilau disinari cahaya pagi. Warna hijau terang berpadu dengan hitam kulitnya serta dinginnya ruangan menambah keinginan saya untuk mendudukinya. Tetapi apa daya, saya sudah perlu membereskan ranjang, melipat selimut dan membuka jendela lainnya di dalam rumah.


Kursi kantor itu tetap diam saja di pinggiran meja. Biasanya anak saya sudah mendudukinya untuk dia bisa menggunakan komputernya, atau istri saya sudah mendudukinya untuk mulai mencatat apa saja yang perlu dilakukannya hari ini. Tetapi hari ini dia hanya sendirian di pinggir meja. Diam terpaku dan tidak melakukan apa-apa. Fungsinya sebagai tempat duduk tidak terealisasi dan dia sekarang hanya sebuah benda yang menghalangi jalan saya.


Pembuatnya sudah memikirkan bagaimana kursi itu digunakan, hidrolik untuk menaikkan dan menurunkan tingginya, sandarannya yang mampu menopang tubuh anak-anak maupun orang dewasa, pegangan tangannya yang mampu menopang postur yang baik ketika bekerja, kulit lembutnya yang memanjakan kulit yang mendudukinya, warnanya yang menarik perhatian anak-anak, dan semuanya itu dilakukannya dengan baik.


Semua fitur kursi yang sedang diam di pinggiran meja ini tidak ada gunanya, apabila dia tidak digunakan. Dia hanya diam terpaku dan menjadi sebuah benda yang tidak ada artinya. Dia tidak berguna sampai dia menjalankan fungsinya kenapa dia dibuat. Menjadi tempat bagi anak saya untuk menggunakan komputernya, di saat itu kursi ini menjadi lebih dari cuma sekedar benda. Dia menjalankan misinya di dunia.


Saya tidak tahu sumber daya apa yang anda miliki, tetapi anda memiliki fitur-fitur dan sumber daya-sumber daya yang luar biasa. Apa jadinya apabila semua itu dibiarkan saja dan tidak digunakan sebagaimana diciptakan?


To your highest and masterful self,

Irvan Irawan Jie

www.irvanjie.com

Neuro-Semantics Trainer

Associate Certified Meta-Coach

5 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua