• Irvan Irawan Jie

Mastering - Dirt


"Daddy kok di kolam renang aku ada seaweednya." Kata anak saya yang kecil ketika dia berenang di kolam renang karetnya. Setelah saya periksa memang bentuknya seperti rumput laut yang biasa dia makan. Namun tidak masuk akal apabila ada rumput laut terbang lalu masuk ke kolam renang. Akhirnya saya mengecek sumber air yang digunakan untuk mengisi kolam karet tersebut.


Di bak penampungan air, airnya tidak kotor dan tidak ada tanda-tanda rumput laut di dalamnya. Setelah saya cek, ternyata selang air dari keran ke kolam renang karet itu yang kotor. Di dalamnya terakumulasi lumut yang menempel pada dinding selangnya. Kemungkinan ketika digunakan lumut yang menempel itu lepas lalu mengikuti alur air sehingga masuk ke kolam renang.


Padahal selang tersebut setiap hari digunakan untuk hal menyiram tanaman yang berada di balkon atas tempat kolam renang karet tersebut. Namun karena tidak pernah ditampung, jadi tidak ada yang sadar bahwa selangnya sudah kotor dan berlumut. Akhirnya saya perlu menjelaskan tentang bagaimana lumut bisa terbentuk dan apa bedanya lumut dengan rumput laut kepada anak saya yang kecil.


Terkadang niat kita sudah bersih dan perasaan kita sudah murni, tetapi apabila dikotori dalam perbuatan ataupun perkataannya maka niat dan perasaan tersebut tidak akan tersalurkan dengan baik. Bukan hanya kita perlu menjaga pikiran dan perasaan, tetapi juga menjaga kata-kata dan perilaku sehingga yang tersampaikan tidak dikotori dengan perkataan atau perilaku yang tidak baik.


Sudahkah lebih menjaga perkataan dan perilaku sehingga niat dan perasaan baik yang kita miliki dapat dirasakan pula kebersihan dan kebaikannya oleh orang-orang di sekitar kita?


To your highest and masterful self,

Irvan Irawan Jie

www.irvanjie.com

Neuro-Semantics Trainer

Associate Certified Meta-Coach

4 tampilan1 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua