• Irvan Irawan Jie

Mastering - Cutting


Saya duduk berdiam diri di teras depan rumah. Panas terik matahari di halaman depan tidak menghalangi saya. Duduk di lantai memandangi tembok yang ada di depan saya, menunggu sabar sambil pikiran saya melalang buana. Di depan saya kamera smartphone saya, saya menggunakannya untuk menggantikan fungsi cermin. Saya perlu melihat diri saya sendiri apa adanya, no filter dan tanpa kamera jahanam. Saya perlu melihat yang terbenar dari diri saya.


Istri saya juga duduk di belakang saya, sambil memegangi kepala saya. "Diam, jangan bergerak dan tetap melihat ke depan" perintahnya. Walaupun di depan saya tembok rumah, saya tidak boleh bergerak kemana-mana. Abang es krim, lewat di depan rumah dengan nada lagu khas gerobaknya. Istri saya lalu melepaskan saya dan dia lalu membeli tiga buah es krim, tiada satu pun untuk saya, saya masih tidak boleh meninggalkan tempat duduk saya di lantai teras ini.


Setelah selesai membeli es krim, dia kembali memerintahkan saya "Sekarang coba nunduk, masih banyak rambut-rambut kecil di belakang yang belum rapi." Seketika juga dia memotong rambut-rambut kecil yang tidak bisa saya potong sendiri dari tadi. Lumayan pikir saya, semenjak pandemi, investasi saya kepada alat pemotong rambut ini sudah melewati titik break even apabila saya memotong rambut di salon. Karena gaya rambut saya hanyalah dipotong setengah centimeter saja, saya bisa memotongnya sendiri.


Segala sesuatu dalam hidup kita bisa saja menjadi tidak rapi selama waktu berjalan. Ada saat-saat dimana kita perlu duduk diam dan merapikan apa yang sudah terjadi. Ada saat-saat juga dimana kita perlu memutuskan untuk memotong hal-hal yang sudah tidak kita perlukan. Hal-hal yang membuat banyak hal berantakkan. Setelah dipotong dan dirapikan, saatnya dirawat sebaik mungkin, karena suatu saat keadaan akan berubah, bertumbuh dan ada potensi untuk menjadi berantakkan kembali.


Hal-hal apa yang perlu dirapikan dalam hidup kita saat ini? Keputusan-keputusan apa yang perlu dibuat untuk mendapatkan kebahagiaan di masa depan?


To your highest and masterful self,

Irvan Irawan Jie

www.irvanjie.com

Neuro-Semantics Trainer

Associate Certified Meta-Coach

2 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua