• Irvan Irawan Jie

Mastering - Balance


Saya tertawa dalam hati walaupun saya belum begitu mengerti apa yang saya lihat kemarin. Seorang pemotor sedang keluar dari sebuah toko dan mengendarai motornya sejauh beberapa puluh meter dengan kakinya tetap tergantung di sisi kiri dan kanannya. Yang terbayang dalam diri saya adalah anak-anak saya ketika pertama kali belajar naik sepeda roda dua. Kakinya tidak diangkat tetapi seolah-olah menjadi penyangga apabila mereka terjatuh. Setelah beberapa puluh meter, barulah kaki pemotor tersebut diangkat.


Bisa juga pemotor tersebut sedang memastikan bahwa diri dan motornya cukup seimbang dalam perjalanan tersebut. Keseimbangan adalah sesuatu yang penting apabila ingin mengendarai motor, kecuali motor yang rodanya ada tiga atau lebih. Tanpa keseimbangan, bagaimana dia bisa mengendarai motornya. Motor itu juga cukup besar, bukan tipe motor yang di bawah dua puluh juta. Sepertinya tidak mungkin juga dia tidak bisa menyeimbangkannya, toh dia sudah berada di toko dengan motornya.


Pemikiran lain saya adalah mungkin saja dia berbelanja banyak barang dari toko tersebut, sehingga barang-barangnya menumpuk di depannya. Karena di bagian kakinya penuh dengan barang dan tidak ada tempat untuk menaruh kakinya, maka dia menggantungkan kakinya di sisi kiri dan kanan. Tetapi apabila ini kasusnya, maka dia akan terus seperti itu dan tidak akan pernah menaikkan kakinya. Sepertinya ini juga tidak mungkin karena akhirnya dia menaikkan kakinya. Dengan demikian saya menyimpulkan bahwa dia melakukannya untuk keseimbangannya saja.


Saya juga terkadang seperti itu, dalam melakukan sesuatu yang baru saya akan berjaga-jaga supaya saya tetap seimbang. Kaki saya akan saya turunkan supaya ada yang dapat menopang saya apabila saya jatuh. Setelah saya merasa cukup bisa dan aman dengan kemampuan baru saya, barulah saya mengangkat kaki saya dan menikmati perjalanannya. Walaupun saya kehilangan keseimbangan, saya sadar sepenuhnya bahwa kaki saya masih ada untuk menopang saya untuk terus melanjutkan perjalanan. Semua tentunya untuk menjaga diri saya tetap aman dalam kemampuan baru saya.


Apakah kita cukup sadar akan level kemampuan kita? Apakah kita membutuhkan penopang dan penyangga supaya kita tetap seimbang dan aman? Ataukah kita sudah sepenuhnya sedang menikmati kemampuan kita?


To your highest and masterful self,

Irvan Irawan Jie

www.irvanjie.com

Neuro-Semantics Trainer

Associate Certified Meta-Coach


7 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua