• Irvan Irawan Jie

Mastering - Balance


Garam sedikit lagi, gula sedikit lagi, bubuk cabai sedikit lagi dan air jeruk nipis sedikit lagi. Untuk menyeimbangkan rasa dari udang bakar yang akan dipanggang maka setiap rasa yang bisa dirasakan oleh lidah perlu ditampilkan dengan baik. Apabila hanya memanggang udang tersebut tanpa rasa maka hanya akan ada rasa sedikit manis dari daging udangnya sendiri. Mungkin juga ada sedikit rasa pedas dari bawang putih yang disematkan di antara daging udangnya itu sendiri.


Tetapi apa enaknya memakan sebuah makanan tanpa rasa? Lidah manusia dapat merasakan lima rasa secara bersamaan, manis, asam, asin, gurih dan pahit. Kelima rasa tersebut akan saling menyeimbangkan satu sama lainnya. Kombinasi dari lima rasa itu dapat memberikan kita manusia kemungkinan yang sangat banyak dalam hal rasa yang dapat kita rasakan. Bagian tubuhnya sudah disiapkan, maka sangat disayangkan apabila kita tidak menggunakannya.


Apabila hanya salah satu rasa yang menonjol maka rasanya juga tidak akan enak. Apabila udang yang saya panggang tersebut didominasi oleh rasa asin saja, atau manis saja maka rasanya akan menjadi aneh. Salah satu rasa yang menonjol akan membuat lidah kita merasa hanya satu bagian saja dan belum tentu dapat kita makan dengan nyaman. Makanan seperti ini hanya dimakan apabila sangat terpaksa dan tidak ada lagi yang dapat dimakan, atau ketika menghargai masakan orang lain.


Selain rasa, dalam memasak juga masih memerlukan beberapa hal yang perlu diseimbangkan. Kematangan, lama dimasaknya, jenis masakan yang disukai oleh orang-orang di rumah dan lainnya. Menyeimbangkan masakan dapat disamakan dengan menyeimbangkan hidup. Hidup kita ini juga penuh dengan rasa. Ada manisnya dengan memori indah, pahitnya ketika menghadapi masalah, asinnya karena usaha yang dilakukan, asam karena adanya pengalaman yang tidak mengenakkan dan gurihnya ketika menemukan tantangan yang menggairahkan.


Apabila hanya mengalami satu rasa saja maka hidup juga tidak dapat dinikmati dengan nyaman. Setiap keadaan dan rasa dalam hidup akan membawa pembelajaran dan energinya sendiri-sendiri. Sudahkah kita menyeimbangkan rasa yang dimiliki dalam hidup?


To your highest and masterful self,

Irvan Irawan Jie

www.irvanjie.com

Neuro-Semantics Trainer

Associate Certified Meta-Coach

7 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua