• Irvan Irawan Jie

Mastering - Background


"Virtual backgroudnnya sudah?" tanya istri saya ketika saya menyiapkan layar zoom ibadah anak dan orang tua di sekolah untuk anak saya yang besar. Latar belakang virtual sudah diberikan sehari sebelumnya oleh pihak sekolah dan diminta untuk dipakai oleh setiap anak didik yang mengikuti ibadahnya. Latar belakang virtual juga dipakai untuk menutupi pemandangan yang mungkin tidak diinginkan di belakang kamera komputer anak didik.


Bukan hanya untuk anak saya saja, bahkan dalam beberapa acara zoom yang saya ikuti selalu ada peserta yang menggunakan latar belakang virtual. Baik latar belakang virtual yang sudah disediakan oleh aplikasi zoom seperti jembatan Golden Gate atau luar angkasa maupun latar belakang virtual yang dibuat sendiri. Semenjak diberikan kemampuan untuk menggunakan latar belakang virtual selalu ada peserta yang menggunakannya.


Bahkan dalam percakapan dengan peserta, ada beberapa yang memang mengakui bahwa latar belakang itu digunakan untuk menyembunyikan kamar yang berantakkan di belakangnya. Ada juga yang memakai karena untuk menutupi orang lain yang sedang beraktivitas di dalam ruangan yang sama. latar belakang virtual memudahkan pengguna aplikasi untuk tampil baik apa pun latar belakangnya. Saya pun sering menggunakannya untuk alasan yang sama.


Namun dalam kehidupan, latar belakang kita tidak semudah itu untuk disembunyikan dengan latar belakang virtual. Latar belakang hidup sering ditampilkan dalam bentuk cerita yang kita ceritakan kepada orang lain. Terkadang ada keinginan untuk menceritakan hanya yang baik-baik saja tentang diri kita. Cerita yang menggambarkan bahwa latar belakang kita yang baiklah yang menentukan betapa baik dan sempurnanya hidup kita saat ini. Cerita yang mengaburkan atau bahkan menyembunyikan hal-hal tidak baik yang kita alami di masa lalu.


Walaupun cerita latar belakang yang sekarang digunakan saat ini adalah versi indah dan rapi dari yang sebenarnya, apabila cerita itu tidak benar maka kebenaran akan terungkap pada waktunya. Sudahkah jujur dan berdamai dengan latar belakang kita? Apa pun latar belakang kita belum tentu hal itu akan menentukan masa depan kita.


To your highest and masterful self,

Irvan Irawan Jie

www.irvanjie.com

Neuro-Semantics Trainer

Associate Certified Meta-Coach

7 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua