• Irvan Irawan Jie

Mastering - Anticipation


Empat belas hari lagi anak saya yang kecil berulang tahun. Selama bulan lalu dia sudah menyiapkan permintaan hadiah ulang tahunnya. Tahun ini tema ulang tahunnya adalah Barbie. Dua tahun lalu anak saya mendapatkan limpahan boneka Barbie dari teman istri saya. Anak teman istri saya sudah besar dan Barbienya sangat banyak dan tidak dimainkan lagi. Sejak saat itu koleksi Barbie anak saya juga meningkat dengan pesat.


Ditambah lagi film Barbie yang sering ditonton oleh anak saya ketika beristirahat dari sekolah, maka kesukaannya terhadap Barbie meningkat tahun ini. Hadiah ulang tahun yang diminta tahun ini adalah tiga set Barbie dan adik kecilnya Chelsea yang berhubungan dengan binatang peliharaan. Ada set dimana Barbie akan memandikan binatang peliharaannya, Chelsea dengan tempat bermain binatang peliharaannya dan satu lagi dimana binatang peliharaannya diberikan pakaian Unicorn.


Selama sebulan penuh dia akan menanyakan berapa hari lagi ulang tahunnya, kapan Barbienya akan dibeli dan kapan pengirimannya sampai ke rumah. Sampai akhirnya kemarin saya membelinya dari sebuah toko daring. Karena selama beberapa hari ke depan saya akan ada pelatihan dan setelah itu ada libur Imlek, maka saya memutuskan untuk membelinya di awal bulan sehingga nanti tidak terlambat datang. Betapa senangnya anak saya ketika dia mengetahui saya sudah membelinya.


Selama seharian kemarin, dia selalu menanyakan kepada saya kapan Barbienya sampai? Apakah boleh dibuka dan dimainkan sekarang? Walaupun ulang tahunnya masih empat belas hari lagi. Tentu jawab saya dan ibunya tidak, karena ini hadiah ulang tahunnya dari kami orang tuanya, neneknya dan kakaknya. Hadiahnya baru boleh dibuka nanti ketika dia berulang tahun. Selama itu anak saya akan belajar untuk mengantisipasi sesuatu yang membahagiakannya di masa depan. Walaupun apa yang dia akan terima sudah dia ketahui dengan jelas, tetapi antisipasinya tetap memberikan dia energi dan kebahagiaan.


Antisipasi apa yang kita miliki saat ini tentang masa depan? Walaupun kita tidak dapat mengetahui masa depan, sudahkah kita menjaga antisipasi kita supaya tetap berdaya? Bahagia ketika masa depan baik dan bersiap untuk menjadikannya bahagia apabila kita tahu ada yang perlu kita lakukan sekarang untuk masa depan yang lebih baik.


To your highest and masterful self,

Irvan Irawan Jie

www.irvanjie.com

Neuro-Semantics Trainer

Associate Certified Meta-Coach

5 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua