• Irvan Irawan Jie

Komunitas Yang Membangun


ACMC Bali 2015

ACMC Bali 2015


Di awal tahun 2015 ini, selama tiga bulan saya menemukan teman-teman baru di komunitas yang baru. Sebelum tahun ini, jarang sekali saya berusaha secara aktif masuk ke dalam komunitas baru. Komunitas yang saya miliki akhirnya mandek dan begitu-begitu saja. Seakan terlena dengan comfort zone saya, dimana orang-orang yang saya kenal dalam komunitas saya sudah dapat saya mengerti dengan baik dan sebaliknya juga sudah mengerti saya dengan baik. Dunia terasa nyaman dan tenang, tetapi di satu sisi ternyata pengalaman saya dan pengetahuan saya tidak bertambah sama sekali.

Pada bulan Januari dan Febuari, saya memutuskan untuk ikut training Neuro Semantics NLP (Dengan ibu Mariani Ng, Pak Basian Tjong dan Wahyudi Akbar dari Meta-Mind). Setelah mengikuti training tersebut seolah-olah teman-teman dan keluarga saya bertambah. Karena kita menghabiskan waktu cukup banyak bersama, akhirnya kami saling mengenal satu sama lain. Ditambah dengan sesi-sesi latihan bersama dimana kami saling berbagi dan sharing tentang diri masing-masing.

Setelah selesai modul pertama, dilanjut lagi dengan modul kedua selama tiga hari. Ada beberapa dari teman-teman yang mengikuti modul pertama mengikuti kembali modul kedua. Tiga hari lagi kami lalui bersama, saling belajar, saling mengajar, saling berbagi, tertawa dan menangis bersama. Tiga hari dimana semua dari kami belajar menerima diri kami apa adanya baik dari segi kekurangan maupun kelebihan kami. Di modul kedua juga kami belajar bahwa kita semua sudah “Genius” dari sananya, diciptakan dengan amat sangat baik oleh yang Maha Kuasa. Hanya saja seringkali diri sendirilah yang sering menghambat dan mensabotase diri kita.

Selesai dari modul pertama dan sebelum memulai modul kedua, saya sudah memutuskan untuk ikut modul ketiga. Di modul ketiga ini saya berlatih dan berusaha untuk menjadi seorang Meta Coach selama delapan hari di Bali bersama dengan founder Neuro Semantics L. Michael Hall, Phd. Puji Tuhan selama  delapan hari, semua sesi bisa saya lalui dengan baik. Dalam modul keitga ini pun selama delapan hari saya dan teman-teman menghabiskan waktu bersama-sama. Tertawa bersama, melakukan aktivitas bersama, latihan bersama, melakukan project bersama dan lulus pun bersama-sama. Saya merasakan hangatnya persahabatan dan suasana keakraban yang begitu melingkupi jiwa dan raga. Sebuah komunitas yang saling menguatkan, mendukung dan mendorong saya untuk menjadi seseorang yang lebih baik dengan cara menggali potensi diri saya sendiri.

Setelah semua ini dilalui, saya menyadari bahwa komunitas kita amat sangat berperan dalam pembentukan diri kita sendiri. Seseorang yang komunitasnya tidaklah baik (copet misalnya) maka akan menghasilkan seorang diri yang kurang baik juga (menjadi seorang copet) tanpa disadari. Apabila kita melingkupi diri kita dengan komunitas yang baik, maka dengan sendirinya diri kita juga akan menjadi lebih baik. Terlebih lagi bagi yang tinggal di Indonesia, dimana masyarakatnya secara kultur adalah masyarakat komunal.

Oleh karena itu, dari yang saya pelajari, cara yang paling gampang untuk merubah diri kita untuk menjadi baik adalah dengan mengubah “Environment” kita sendiri. Mulailah dengan menyadari lingkungan kita sehari-hari dan sadari apa saja pengaruh dari lingkungan tersebut bagi diri kita sendiri. Apabila sudah baik, berikan diri anda tepukkan di punggung dan katakan “Good Job…” kepada diri anda sendiri. Tetapi apabila anda menyadari bahwa lingkungan anda memberikan pengaruh yang kurang baik terhadap diri anda sendiri, tanyakanlah hal ini kepada diri anda: “Apakah pengaruh lingkungan ini terhadap diri saya akan dapat membantu diri saya menjadi seseorang yang lebih baik?.” Apabila jawabannya tidak, tanyakanlah lagi kepada diri anda: “Apa yang dapat saya lakukan supaya saya bisa menjadi seseorang yang lebih baik? Kapan saya akan melakukannya? Dengan siapakah saya akan melakukannya? Dimana saya akan melakukannya? Dan bagaimana cara untuk melakukannya”. Saya sangat berharap jawaban yang anda berikan adalah jawaban yang terbaik bagi diri anda sendiri. You deserve to be the best for yourself, unleash your highest potential.

“You can’t hang out with negative people and expect to live a positive life.” – Joel Osteen

#Future #Life #NLP

1 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua