• Irvan Irawan Jie

Doing Things From The Soul


Setiap hari setiap dari kita melakukan sesuatu hal, entah itu berguna atau tidak, menyenangkan atau tidak, menjadikan kita lebih baik atau tidak. Apapun yang dilakukan kita melakukannya. Pertanyaannya adalah dari setiap hal yang kita lakukan, apakah kita menikmatinya? Apakah kita berbahagia dalam melakukannya?


Pengalaman saya sendiri, saya mengira apapun yang saya lakukan akan mendekatkan saya kepada kebahagiaan saya. Sehingga saya melakukan banyak hal yang saya anggap akan menyenangkan diri saya, tapi ternyata setelah saya melakukannya yang saya dapat hanya kesenangan belaka. Bukan kebahagiaan yang saya dapatkan tapi kenikmatan sesaat lalu penyesalan yang menghantui.


Bukan berarti saya tidak ingin melakukannya, saya memiliki motivasi untuk melakukan apa yang saya lakukan. Terkadang saya merasa motivasinya cukup besar untuk melakukan hal itu, dan terkadang saya merasa bahwa hal yang saya lakukan itu benar menurut pemikiran saya sendiri. Yang terjadi dalam diri saya adalah bias pikiran. Bias yang mengatakan bahwa saya tahu dengan pasti apa yang saya lakukan itu benar dan akan bermanfaat bagi saya. Bias yang kedua dalam diri saya adalah saya lebih memperhatikan konsekuensi segera akan terjadi dan kurang memperhatikan hal-hal yang akan terjadi dalam jangka panjang.


Kedua bias ini kadang membantu kadang tidak, saya tidak menyadarinya sampai saya mulai memperhatikan perilaku saya dan dampaknya kepada kebahagiaan atau kesenangan diri saya. Kesenangan dapat saya miliki untuk sesaat, tapi kesenangan bukanlah bahagia. Bahagia lebih dari hanya sekedar kesenangan, walau di dalam kebahagiaan ada kesenangan. Yang saya lakukan terkadang tidak selaras dengan apa yang menjadi prinsip saya, pemahaman saya, identitas saya, aspriasi saya dan bahkan spiritualitas saya. Semua itu lenyap ditelan dengan nafsu kesenangan sesaat.


Sekarang saya belajar bahwa untuk bisa menjadi bahagia, seorang perlu selaras, kongruen dan otentik di dalam dirinya sebelum melakukan sesuatu. Dengan melakukan itu bukan hanya kesenangan yang didapat tapi juga kebahagiaan yang sebenarnya.


To your happiest self,

Irvan Irawan Jie

Neuro-Semantics Trainer

Associate Certified Meta-Coach

0 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua