• Irvan Irawan Jie

Bahagia Setelah Sukses?


Beberapa teman saya di facebook ada yang menuliskan bahwa hidupnya tidak bahagia. Ketika saya lihat facebook accountnya, isinya adalah keluhan demi keluhan mengapa hidupnya tidak berbahagia. Tidak memiliki uang, punya pasangan yang tidak becus bekerja lalu selingkuh, tubuh yang kurang menarik, dan masih banyak lagi.


Kebetulan saya lagi membaca buku The Happiness Equation. Dalam chapter pertamanya dikatakan bahwa banyak orang menyangka bahwa ketika sukses mereka akan bahagia. Saya juga termasuk orang yang mempercayai hal tersebut sebelum saya mempelajari tentang kebahagiaan. Kebahagiaan saya datangnya dari luar, bukan dari dalam. Itulah mengapa saya tidak pernah merasa benar-benar bahagia ketika saya memiliki yang saya anggap baik.


Bagaimana kalau kita putar balik rumusnya, mengapa tidak berbahagia terlebih dahulu? Dengan berbahagia otomatis saya akan memiliki harapan untuk hidup, dengan berbahagia saya akan dapat menikmati apapun yang saya miliki saat ini, dengan berbahagia saya dapat bekerja dengan lebih baik. Kalau semuanya itu saya lakukan barulah sukses mengikuti.


Saya menyadari betul sekarang bahwa kebahagiaan yang saya alami saat ini bukanlah dari hal-hal yang diluar tetapi datangnya dari dalam. Saya yang menciptakan bahagia saya sendiri. Kebahagiaan adalah pilihan dan keputusan dari diri sendiri terhadap apa yang ada diluar.


Untuk suskes, bahagialah terlebih dahulu.


To your happiest self,

Irvan Irawan Jie

Neuro-Semantics Trainer

Associate Certified Meta-Coacha

0 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua