• Irvan Irawan Jie

Actualizing - Consideration


Tetangga sebelah rumah sedang memperbaiki rumahnya. Sudah beberapa minggu setiap hari mulai dari pukul delapan pagi sampai enam sore, yang di dengar adalah aktivitas para pekerja dan peralatannya. Walaupun saya yakin apa yang dilakukannya karena memang sebuah kebutuhan dan perlu dikerjakan, tetapi tetap terasa ada gangguan yang dialami. Apalagi ketika anak-anak sedang masa ujian dan karena peraturan diharuskan menyalakan mikrofonnya.


Sehingga bukan saja anak-anak yang terganggu, tetapi juga seluruh teman-teman sekelas anak-anak yang sedang ujian akan terganggu pula oleh suara-suara pemotongan keramik dan pengeboran tembok dari sebelah. Kejadian-kejadian yang memang di luar dari kendali saya dan juga saya tidak punya hak untuk menghentikan keinginan pemilik rumah untuk memperbaiki rumahnya.


Pengalaman ini mengingatkan saya bahwa, setiap kali saya ingin menjadi lebih baik maka akan ada hal-hal yang perlu saya perbaiki dalam diri saya. Dalam perjalanan perbaikan diri tentu akan ada hal-hal yang perlu saya ganti, buang atau bahkan hancurkan. Dalam proses pergantian, pembuangan dan penghancuran bisa saja ada korban-korban di sekitar saya yang tidak saya ketahui.


Setiap tindakan saya akan ada konsekuensinya, walaupun baik bagi saya, belum tentu juga baik bagi orang lain. Yang bisa saya kendalikan adalah apakah saya sudah memikirkan dan berempati terhadap orang-orang di sekitar saya yang bisa saja terdampak oleh keinginan dalam relung diri saya untuk menjadi orang yang lebih baik. Apakah saya sudah mempertimbangkan dengan seksama dampak-dampak yang mungkin baik ataupun tidak baik bukan hanya bagi diri saya, tetapi juga bagi orang lain.


Saya belajar untuk tidak menjadikan perjalanan pertumbuhan diri saya menjadi lebih baik menjadi sebuah kerugian bagi orang lain.


To your highest and actualized self,

Irvan Irawan Jie

www.irvanjie.com

Neuro-Semantics Trainer

Associate Certified Meta-Coach



7 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua