• Irvan Irawan Jie

Kata-Kata Pikiran


Sudahkah kita mensyukuri hari ini? Sebagian dari kita mungkin dapat dengan mudah bersyukur, dan bagi sebagian dari kita mungkin tidak semudah itu. Apalagi ketika hidup tidak sesuai dengan harapan, banyak rintangan, banyak cobaan, masa depan seolah tidak ada harapan dan semuanya terlihat suram. Saya mengajak kita semua untuk mulai menyadari kata-kata apa yang ada di dalam pemikiran kita. Apakah kata-kata yang bermain di pikiran kita sudah memberdayakan kita hari ini? Atau apakah kata-kata yang sedang terngiang di pikiran kita adalah kata-kata yang menjatuhkan, merendahkan, menyuramkan atau bahkan menyerang diri sendiri? Terkadang mudah bagi sebagian dari kita untuk berbuat baik kepada orang lain, tetapi malah lebih sering kita jahat kepada diri kita sendiri. Kata-kata yang bermain dalam pikiran kita akan menyebabkan kita berada di dalam sebuah keadaan emosi tertentu. Kata-kata yang bermain dalam pikiran kita bertanggung jawab atas bagaimana kita menghidupi realita dunia kita. Sayangnya realita dunia tidak benar-benar berada di luar sana, tapi ada di dalam pemikiran kita sendiri. Setiap orang dapat mengartikan dan mengatakan segala macam hal yang berbeda terhadap sebuah kejadian. Korupsi misalnya, bagi kita orang-orang yang tidak terlibat di dalamnya adalah sebuah hal yang tidak baik. Tapi bagi mereka yang melakukannya, dalam pemikiran mereka, mereka telah berbuat sesuatu yang baik. Entah bagi diri sendiri atau bagi orang lain di sekitar mereka. Sebuah kejadian bisa diartikan secara tidak tehingga oleh setiap orang. Menyadari ini, kalau kata-kata dalam pemikiran kita adalah hasil dari pengartian kita. Apabila tidak memberdayakan, mengapa kita mengartikan apa yang terjadi dalam diri kita seperi yang sekarang kita artikan? Setiap dari kita bebas mengartikan segala sesuatu dalam dunia internal pemikiran kita, toh dunia yang kita ciptakan adanya di dalam diri kita sendiri. Mengapa tidak memulainya dengan mensyukuri apa yang sudah kita miliki? Salah satu ciri orang yang mengaktualisasikan dirinya adalah ketika dia mampu mensyukuri dan menghargai apapun yang terjadi pada dirinya saat ini. Dengan begitu hidup jadi lebih baik bukan? Apa yang terjadi kalau kita mengubah kata-kata yang ada di dalam pemikiran kita menjadi lebih baik, lebih damai, lebih penuh cinta, lebih lembut, lebih menyayangi diri sendiri dan lebih memberdayakan? To your highest and best, Irvan Irawan Jie Neuro-Semantics Trainer Associate Certified Meta-Coach

#Pikiran #NLP #NeuroSemantics #MetaCoaching #Perasaan #Emosi #SelfManagement #SelfActualization #Aktualisasidiri #Kata #Semantik

2 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua