• Irvan Irawan Jie

Soft Skill - Self Motivation


Ketika saya pertama kali menjadi entrepreneur, motivasi saya tinggi sekali. Dengan berbagai pikiran bahwa kalau menjadi seorang entrepreneur maka saya akan mampu menjadi orang yang sukses. Betapa naifnya pikiran saya ketika itu. Seiring berjalannya dengan waktu, saya melihat banyak pula teman-teman saya yang sukses sebagai seorang karyawan. Ditambah lagi menjadi seorang entrepreneur, saya mengalami banyak tekanan dan stress. Akhirnya kalau saya bandingkan dengan pertama kali saya menjadi seorang entrepreneur, boleh dikatakan motivasi saya sudah menurun.

Saya beberapa kali mengikuti seminar motivasi dengan orang-orang yang terkenal. Dan memang betul ketika saya keluar dari training tersebut, saya merasa termotivasi sekali dan rasanya ingin segera bekerja. Tetapi efek dari seminar motivasi tersebut hilang begitu saja ketika sudah lewat beberapa hari.

Setelah mempelajari Neurosemantics, saya baru menyadari bahwa motivasi itu bukanlah sifatnya external. Motivasi external sifatnya hanya sementara. Untuk memiliki motivasi yang bertahan lama, motivasi itu perlu datangnya dari diri sendiri. Bagaimana caranya seorang entrepreneur dapat memotivasi dirinya sendiri? Sebagai seorang manusia yang mampu membuat arti, motivasi itu datangnya dari arti yang kita berikan kepada apapun yang sedang kita kerjakan.

Misalnya dalam konteks saya menjadi seorang entreprenur, motivasi saya adalah untuk mencari nafkah dan membantu orang-orang, bukan hanya saya sendiri, tapi juga karyawan dan customer saya. Dari motivasi awal inilah saya memperkuat motivasi saya dengan menanyakan kepada diri sendiri:

  1. Apa arti motivasi untuk bagi diriku?

  2. Apa pentingnya arti motivasi itu bagi diriku?

  3. Apa tujuan dari diriku untuk memiliki motivasi tersebut?

  4. Ketika diriku sudah mencapai motivasi tersebut, akan jadi seperti apakah diriku? Apa yang kulihat, kudengar dan kurasakan tentang diriku sendiri?

Pertanyaan-pertanyaan ini dapat membantu saya memperkuat motivasi yang ada di dalam diri saya sendiri. Karena di dalamnya saya memasukkan belief dan pemikiran yang lebih tinggi lagi daripada cuma sekedar motivasi awal yang untuk mencari nafkah dan membantu orang. Melalui pertanyaan tersebut saya mampu mengintegrasikan keyakinan saya dan jati diri saya sebagai seorang entrepreneur untuk mencapai tujuan saya.

Dengan memiliki motivasi yang kuat dari diri internal saya, keadaan seperti apapun diluar sana akan saya hadapi. Ada sebuah kekuatan yang dapat saya andalkan di dalam diri saya untuk menjalani motivasi saya dalam mencapai tujuan saya menjadi seorang entrepreneur.

Irvan Irawan Jie

#InnerGame #Business #Entrepreneur #Nuerosemantics #SoftSkills

12 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua